Rabu, 28 Agustus 2013

3 Hal Baru Tentang Misteri Pembunuhan Sisca Yofie Muncul Dari Acara Indonesia Lawyers Club

by: http://regional.kompasiana.com/2013/08/27/tiga-hal-baru-tentang-pembunuhan-sisca-yofie-muncul-dari-acara-indonesia-lawyers-club-587622.html
Kebenaran sudah mulai terlihat berpihak dalam kasus pembunuhan Sisca Yofie. Kasus ini ternyata masih berlanjut. Anggapan publik bahwa kasus ini akan ditutup setelah dilaksanakannya rekonstruksi ternyata tidak benar. Bahkan kasus ini akan bergulir semakin kencang sejalan dengan dijadikannya kasus pembunuhan ini topik acara Indonesia Lawyer Club (ILC) pada hari Selasa 27 Agustus 2013.
Banyak hal baru yang muncul dalam acara ini. Namun ada 3 hal yang menurut saya sangat substansial untuk membawa kasus ini terhadap pengungkapan yang lebih jujur, sesuai dengan harapan publik. Ketiga hal itu terungkap dalam dialog yang muncul dalam acara ILC ini.
Yang pertama adalah apa yang disampaikan oleh Reza Indragiri, seorang ahli Psikologi Forensik. Menurut Reza ada hasil riset untuk mendalami motif pembunuhan bayaran. Ternyata bukan karena masalah politik atau persaingan bisnis. Namun motif utama dalam pembunuhan bayaran adalah untuk mengakhiri hubungan. Dan lebih dalam lagi Reza mengatakan bahwa banyak pembunuhan berencana atau bayaran disebabkan oleh motif asmara. Oleh sebab itu saran Reza, Polisi harus membuka kemungkinan dalam kasus Sisca ada motif pembunuhan bayaran.
http://i1.dailyrecord.co.uk/incoming/article1516719.ece/ALTERNATES/s615/The%20Ticket%20-%20Texas%20Chainsaw%203D%20-1516719
Yang kedua adalah pendapat Dr Mun’im Idris ahli senior dalam forensik. Secara kongkrit Dr Mun’im Idris menyarankan untuk melakukan visum ulang terhadap mayat Sisca. Alasan nya adalah karena visum yang dibuat oleh Rumah Sakit Hasan Sadikin di Bandung tidak dilakukan oleh dokter ahli forensik, melainkan oleh dokter umum. Hasilnya visum banyak kejanggalan tandas Dr Mun’im Idris.
Faktor yang ketiga adaah pertanyaan yang diajukan oleh Karni Ilyas kepada pihak kepolisian yang diwakili oleh Kombes Sutarno sebagai Kapolwiltabes Bandung dan Kombes Martinus Sitompul dari Kabag Humas Polda Jawa Barat. Karni Ilyas bertanya apakah dua Brigadir Polisi yang disuruh Kompol AEB untuk mengawasi Sisca Yofie sempat diperiksa. Jangan jangan kedua brigadir ini lah yang menjadi aktor yang menyuruh untuk mencederai Sisca, tanya Karni Ilyas.
Munculnya tiga ide atau saran yang sangat substansial ini akan membuat Polisi tidak akan berani segera mengakhiri kasus ini dengan urutan kejadian yang sudah disampaikan selama ini sesuai dengan pengakuan Wawan dan Ade. Kita berharap kasus ini benar benar akan diteruskan dengan kebenaran kebenaran baru.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar